Selasa, 29 September 2009

Komandan MNLF Serukan Jihad di Kepulauan Sulu

Mindanao - Seruan untuk berjihad yang beredar di Sulu dan pulau-pulau terdekatnya, yang konon berasal dari Habier Malik, Komandan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) terbukti benar dan asli, demikian laporan wartawan yang bertugas di daerah provinsi pulau Sulu.

Namun Angkatan Bersenjata Philipina (AFP) yang tidak mengindahkan seruan tersebut, mengatakan bahwa itu merupakan siasat lain dari Kelompok Abu Sayyaf (ASG) untuk menarik MNLF ke dalam pertempuran di pulau tersbut.

Habier dan pemimpin MNLF lainnya, telah di tangkap dalam serangan tiba-tiba oleh AFP saat shalat Iedul Firtri pada 21 September lalu yang menewaskan beberapa orang termasuk wanita hamil dan 2 anak kecil.

Habier dan pemimpin MNLF lainnya, telah di tangkap dalam serangan tiba-tiba oleh AFP saat shalat Iedul Firtri pada 21 September lalu yang menewaskan beberapa orang termasuk wanita hamil dan 2 anak kecil. Para korban berada di dalam masjid di Gunung Tumantangis ketika menunggu shalat Ied di mulai.

Tumangtangis telah menjadi salah satu ibukota Kesultanan Sulu selama invasi Spanyol dan awal periode kedatangan pasukan Amerika di Mindanao.

Malik telah di jadikan target operasi pemerintah karena di duga berada di balik penyergapan dan pembunuhan 8 orang marinir, dan melukai 9 lainnya di Sitio Talibang, Barangay Bato-Bato, kota Indanan pada 22 September tahun lalu.

Sementara itu Kepala Komando Barat Mindanao, Mayor Jenderal Muhammad Ben Dolorfino, membenarkan beredarnya seruan untuk berjihad, namun membantah bahwa Malik yang bertanggung jawab.

Dia mengatakan pada wartawan bahwa nama Malik hanya di gunakan oleh Kelompok Abu Sayyaf (ASG) untuk menarik pejuang MNLF telibat kembali dalam perang melawan pemerintah Philipiana.

Sebagaimana perkembangan situasi saat ini, laporan juga menyebutakan bahwa Ketua MNLF Nur Misauri telah mendesak kepada para pengikutnya untuk tetap menahan diri saat dirinya mengupayakan sebuah gencatan senjata dengan pemerintah.

Menurut hukum, Misauri seharusnya masih dalam masa tahanan karena pemberontakan, namun dia telah di bebaskan dengan jaminan. (aa/lwrn)

sumber : http://www.voa-islam.com/news/philipine/2009/09/29/1231/komandan-mnlf-serukan-jihad-di-kepulauan-sulu/

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails